Sunday, October 26, 2008

jual-beli

sms-kan barang / alat musik / info yang anda cari ke nomor 085245982503
akan kami tampilkan di blog ini dalam 1 jam




Terbaru :
  • 27/10/2008 dicari drum second, jika ada yang berminat menjual hubungi 0561-732910
  • 20/09/2008 dicari gitar second , jika ada yang berminat menjual hubungi 085248897
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -
  • -

Tuesday, October 21, 2008

Yockie Suryo Prayogo:
“Musik Adalah Agama Tak Ber-Tuhan.”
Selasa, 2 Oktober, 2007 oleh Merry Magdalena JAKARTA, - Netsains -
.
Yockie Suryo Prayogo. Nama itulah yang tertera di kolom pengirim emailnya, menandakan bahwa itulah versi paling benar nama mantan keyboardis God Bless ini. NS: Apakah musisi saat ini juga masih membuat eksperimen di bidang musik digital? Kalau ya, siapa saja mereka? Apakah memang tidak untuk go komersial, melainkan hanya sebagai eksperimen saja?YSP: Dahulu di era analog (magnetic tape) memang banyak saya jumpai pemusik-pemusik melakukan eksperimen-eksperimen untuk menemukan hasil audio yang ‘baru’ , misalnya melalui posisi mickrophone atau bahkan membangun ruang-ruang sket dan sebagainya. Saat ini dengan perkembangan teknologi yang dilakukan computer bahkan dibantu pula dengan pendekatan grafik visual untuk meng-identivikasi bentuk sebuah bunyi, kita dapat dengan mudah dan akurat mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena tools sudah tersedia maka eksperimen tak perlu lagi , wong tinggal pencet (preset) lalu dalam sekejap mata dia muncul (kaya sulap ya..hehe). Tapi benarkah komputer sudah menjawab semua keinginan kita? Saya melihatnya tidak demikian. Orang bisa saja menjadi malas karena tools sudah tersedia. Jika dia hanya bermain ditataran kulit muka, bahwa lagu adalah sekedar nada dan nada adalah sekedar audio suara. Menyikapi lagu hanya dengan pendekatan hitungan birama tempo atau harmoni suara akan membuat kita menghadapi musik dengan menggunakan pemahaman matematika .Semua dihitung, diukur, seluruh ruang frekwensi yang terbentang dari 20 hz hingga 18 khz divisualisasikan melalui spectrum analyser, ruang kosong akan tampak secara visual lalu disanalah Si Musisi bertindak untuk melengkapinya dengan menambahkan bunyi-bunyian suara. Hingga setelah akhirnya semua frekwensi bergerak, barulah itu semua bisa dikatakan sempurna oleh merek. Dan sepertinya kebiasaan tersebut juga menular ke para penikmatnya (pendengar musik Indonesia). Mereka seolah sudah memilki parameter tertentu untuk mendengarkan lagu-lagu yang bagi mereka terlalu minimalis , lalu mereka langsung nyeletuk “Musiknya sepi nih..” Itu yang saya maksudkan dengan memahami musik dengan pendekatan matematika, hingga pendengarpun didorong untuk mendengar musik juga secara matematis. Musik adalah energi sebuah perasaan yang keluar dari dalam lubuk hati manusia . Dia tak berbentuk sama , dia tak tak bisa diharapkan keluar dari layar monitor komputer kita. Dia bukan rumusan teori yang bisa diciptakan setelah dipelajari dibangku sekolah . Bagi saya musik seperti sebuah ‘agama’ namun tak ber-Tuhan , karena itu tak perlu fanatik terhadapnya , namun wajib tulus dan ikhlas serta jujur menjalaninya.Karena musik juga sebuah karya seni yang bersandar pada nilai-nilai kesucian. Tak ada karya seni baik yang tak bersandar pada nilai kesucian tersebut. Dan bagi saya salah satu nilai kesucian musik adalah “kejujuran” ..

Trend Musik

Industri musik kita pelan-pelan berubah, perubahan ini ditandai dengan merosotnya penjualan fisik (kaset dan CD). Kini muncul ternd baru yaitu trend digital mobile audio. Ini tetunya mebuat mayor label harus berfikir keras untuk bisa mensiasati merosotnya angka penjualan kaset dan CD. Harus diakui trend teknologi tidak bisa kita hindari. Tapi komplikasi industri musik kita yang didominasi oleh barang bajakan juga memberikan andil yang besar terhadap merosotnya penjualan fisik.
Bicara masalah bajakan, gue sempat berharap bila pemerintah ikut dalam memberantas pembajakan. Padahal dulu sempat, kalo barang bajakan tidak bisa dijual di Mal-Mal, kenyataannya sekarang tetap gampang didapat. Harapan lain muncul ketika Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) akhirnya berhasil merilis album ciptaannya yang dinyanyikan oleh artis-artis muda dan senior, hamper setiap hari di Metro TV muncul sepserti iklan layanan yang bunyinya kira-kira “hargai/selamatkan karya intelektual anak bangsa“ yang menurut gue sebenarnya iklan album Bapak SBY.
Pertanyaannya adalah apakah SBY tahu dan peduli bila album tersebut sudah ada bajakannya? Untuk sementara gue berpendapat, profesi SBY jelas-jelas bukan artis professional (masih sebatas menyalurkan hobi) dan income utama jelas bukan dari penjualan kaset dan CD, jadinya mungkin iklan di atas masih sebagai harapan, angan-angan atau apalah namanya yang masih dalam konteks ajakan tapi blum tindakan.
Untuk digital sendiri ada sisi menariknya, karena siapapun bisa merekam karyanya dan menjualnya melalui CP (Content Provider) dengan format Ring Back Tone (RBT). Dan pada akhirnya mungkin kita tidak bisa lagi membedakan artis sebagai profesi atau artis sebagai hobi, karena pada saatnya siapapun yang punya karya yang bagus dapat langsung menjualnya tanpa harus melalui label.
Teks : Ridho Hafiedz
Sumber : Loud Music Magazine (januari 2008)


Fenomena musik indie

Apa yang menarik musik indie?band indie selalu bekerja keras untuk bisa ke pasar nasional maupun internasional.Mereka tak menginginkan tenar secara instan, seperti akhir-akhir ini banyak sekali yang pingin terkenal secara instan.Dan setelah itu tenggelam tak tau kemana.Beda dengan band indie seklai mereka muncul ke permukaan di pastikan mereka tetap akan bertahan.Karena sebelum mereka terkenal mereka sudah punya penggemar lokal yang mencintainya.

Lihat saja jebolan band indie asal bandung PAS band.Grup musik yang mengangkat aliran rock, punk dan hip hop ini tetap bertahan sampai sekarang lantaran mereka sudah punya penggemar sebelum mereka seperti sekarang.Dia manggung dari panggung ke panggung pada tahun 1989 dan ternyata usahanya membuahkan hasil.

Kita bisa lihat di hampir kota pasti ada kelompok band-band indie yang belum beruntung ke dapur rekaman nasional.Tetapi mereka tetap berjuang untuk cita-citanya itu.Dan saya yakin mereka pasti akan berhasil jika mereka tetap bekerja keras.Memang tak mudah menembus pasar nasional,tapi jika lirik lagu serta penampilan mereka menarik lambat laun pasti akan di lirik oleh bos rekaman juga.


Sumber : http://andy.konblog.com

Musik yang diterima pasar indonesia
Entah kebetulan, sedang musim, atau hanya perasaan saya saja. Industri musik di Indonesia sedang dalam titik terendah dakam satu dekade terakhir. Beberapa orang menyatakan kualitas musikalitas industri musik (dan juga tentunya selera pasar) Indonesia pasca Peter Pan mengalami kemunduran.

Baiklah, kembali ke topik awal. Kebanyakan produk industri musik Indonesia hanya menjual nama saja. Bisa kita lihat, beberapa musisi yang sudah memiliki reputasi tinggi membentuk band baru. Namun, tetap saja menggunakan nama sang musisi tersebut untuk nilai komersial. Formatnya standar, "musisi dan bandnya": Andra and The Backbone, Steven and Coconutreez, Yovie and The Nuno, Ahmad Dhani feat. The Rock, Bondan feat. Fade 2 Black, Syahrani and Queensfireworks, Maia and The Queen's Army, dan beberapa lainnya.

Jika memang percaya dengan kualitas musiknya, mengapa band tersebut tidak yakin (percaya diri) dengan identitasnya sendiri — tanpa perlu menunggangi popularitas sang musisi senior?

Mungkin saja, band tersebut adalah proyek pribadi sang musisi senior tersebut. Dalam artian, musisi senior tersebut yang merancang, mengendalikan, dan mengkonsep materi band tersebut — sementara personil lainnya hanya bertugas sebagai eksekutor (player). Jika begitu adanya, mengapa mencantumkan "and the band", bukankah lebih baik disebutkan nama musisinya saja? toh, hanya dia yang "benar-benar bekerja".

Sebagai contoh, bisa kita lihat Ari Lasso. Dalam album perdana dan sekuelnya, Ari Lasso tidak membawa nama band-nya dalam menjual album. Walaupun bisa kita lihat, di dapur rekaman album tersebut banyak sekali musisi-musisi senior di dalamnya — termasuk personil dan mantan personil Dewa 19. Musisi-musisi senior tersebut hanya bekerja "di dapur rekaman". Untuk kepentingan panggung publik, Ari Lasso memiliki band sendiri — Ari Lasso Band — yang pada saat itu hanya bertugas sebagai eksekutor.

Apa mungkin saat itu belum ada tren seperti saat ini? Sehingga Ari Lasso tidak menggunakan "Ari Lasso and The something Band".

Oke, mungkin mereka semua benar-benar bekerja. Mereka berbagi tugas. Setiap personil memiliki kontribusi yang cukup besar dalam proyek band tersebut — ya, sang musisi senior wajar jika berkontribusi lebih. Jika begini, mengapa tidak menggunakan nama bandnya saja tanpa tambahan nama sang musisi tersebut? bahkan di depan!

Toh, tampaknya pada saat ini, prestasi industri musik Indonesia adalah tergantung kepada proses promosi: brainstorming — brainwashing! Dengan lagu yang tidak jelek (ya, tidak juga dapat dibilang sangat bagus) dan dikombinasikan dengan pemaksaan melalui media massa — televisi, radio, internet, nada sambung telepon, dan lainnya — maka lagu tersebut diramalkan akan "sukses diterima oleh pasar". Apalagi untuk band pendatang baru yang tidak memiliki "dukungan musisi senior". Dengan kombinasi tersebut, jadilah band populer secara instant — dan juga bersifat disposable.


Pentingnya Membaca Notasi

Mengapa Aku Harus Belajar Membaca Notasi?
Sebagian orang adalah pemain gitar alami, mereka belajar dengan cara mendengar dan melihat orang lain bermain, dan itu luar biasa. Kemampuan untuk memainkan apa yang telah dilihat dan didengar adalah sebuah anugerah.
Namun meskipun kita dianugerahi kelebihan seperti itu pada titik tertentu kita akan menghadapi berbagai kendala mengenai berbagai “musical concept” yang disebabkan karena kita tidak bisa membaca notasi. Jika kita adalah seorang musisi atau ingin serius bermain gitar tentu kita perlu mengurangi kata bakat dalam kamus kita.
Kita tidak perlu sibuk menilai diri kita memiliki bakat atau tidak. Kita hanya perlu konsern seberapa besar kecintaan kita terhadap musik dan gitar. Kita hanya perlu konsern dengan seberapa besar kita dapat mengembangkannya. Memiliki bakat atau tidak itu urusan orang lain bagaimana penilaian mereka terhadap kita, dan biasanya penilaian tersebut meleset. Apa yang mereka pikirkan tidak seperti yang sebenarnya. Bahkan para ahli tentang kinerja otak, psikologi dan pengembangan diri mengatakan bahwa kita lebih hebat dari yang kita bayangkan selama ini.
Kita akan melihat dengan jelas kemajuan kita ketika fokus dengan apa yang kita lakukan. Jika kita mencintai blues, ketika kita ingin bermain seperti Jimi Hendrix atau Stevie Ray, -dan hanya itu yang ingin kita lakukan- maka membaca notasi tidak perlu dijadikan prioritas utama. Bermain secara rutin dengan sesama pemain gitar yang memiliki style dan minat yang sama bisa menjadi prioritas. Belajar ratusan licks dan solo bisa menjadi prioritas. Namun tentu saja setelah begitu banyak proses dan pengalaman kita mulai perlu membaca notasi.
Ada sebagian orang yang baru belajar gitar dan mungkin alat musik lain merasa perlu untuk mengetahui setiap teknik atau scale yang kita tunjukkan kepada mereka. Mereka penasaran dan ingin tahu apa yang mereka lakukan secara ?mental? mungkin tentang nama kord, nama nada dll.. Mereka tidak begitu tertarik dengan penjarian. Setiap orang memilki karakter yang berbeda-beda. Orang-orang seperti ini perlu untuk belajar membaca notasi, tidak sekedar memainkan saja. Mereka perlu belajar musik secara sistematis. Kita perlu mengetahui karakter yang ada pada diri kita, karena sangat dibutuhkan dalam mengekspresikan musik. Jangan pernah mendengarkan orang yang terlalu percaya diri akan bakat mereka yang menyuruh kita untuk tidak belajar membaca notasi.
Jika kita mampu membaca notasi berarti telah membuka wawasan kita terhadap musik. Kemampuan tersebut memberikan kunci untuk memahami musik lebih dalam lagi. Memiliki kemampuan membaca seperti memiliki asuransi ketika kita mengalami kendala di kemudian hari. Membaca merupakan kunci untuk membuka kemampuan yang lain, mencerna berbagai macam buku musik Dari buku tersebut kita mendapatkan wawasan baru yang tidak kita peroleh dari lingkungan kita. Banyak buku-buku musik bermutu yang ditulis oleh musisi terbaik dimuka bumi ini. Jadi mengapa kita harus menyianyiakan pelajaran-pelajaran berhaga dari para musisi tersebut?
Jika ada orang yang baru belajar gitar ataupun musik setelah membaca buku pelajaran gitar atau buku teori musik menanyakan apa itu ?akor augmented?? apa itu ?pergerakan melodi yang paralel?? mengapa melodi di frase ini tidak enak didengar? Bagaimana kita akan menjelaskannya jika mereka tidak mengerti sama sekali tentang notasi dan istilah-istilah musik. Untuk belajar teori, kita harus tahu bagaiman membaca notasi. Dengan kata lain kita harus menggunakan bahasa yang pas dan disini kita menggunakan kata-kata dan istilah musik untuk menjelaskannya.
Mungkin kita memiliki guru yang bagus dan kreatif yang dapat menjelaskannya namun kita tidak mendapatkan pemahaman yang komplit jika kita tidak dapat membaca. Hal tersebut seperti memahami grammar tanpa kita bisa membaca A-B-C-D.
Kapan mulai belajar membaca notasi?
Ada suatu keakinan bahwa kita hendaknya belajar membaca notasi sejak pertama kali belajar gitar (alat musik lain). Tidak seperti itu. Mudah untuk menguasai gitar tanpa pemahaman notasi sebelumnya. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya tetangga kita dan lebih banyak lagi pengamen yang dapat bermain gitar namun tidak bisa membaca not. Jika kita adalah seorang guru gitar (guru les mungkin), biasanya pada awalnya kita mengajarkan gitar hanya dengan memberi contoh penjarian kord tanpa membahas bagaimana membaca notasi karena dengan begitu murid akan terlibat secara emosi, dan emosi adalah salah satu faktor dalam bermain musik sehingga mereka mau untuk belajar. Mengajari murid bermain gitar sekaligus membaca notasi seperti menyiram api yang baru menyala dengan air.
Belajar membaca notasi itu sangat kompleks, melibatkan proses mental, dan berhubungan dengan konsep yang abstrak. Seperti mengungkapkan perasaan cinta yang penuh filosofi pada pacar di kencan pertama, dari sekedar memberi bunga dan sekotak coklat J.
Jadi ?misal kita seorang guru gitar/musik- maka kita harus hidupkan apinya dulu. Belajar lagu yang mereka suka dengan kord yang sederhana. Setelah beberapa bulan baru masuk ke notasi. Mereka mulai bisa menerima setelah terbiasa dengan gitar dan mulai mengerti mengapa membaca notasi itu penting untuk mereka.
Mengajari murid membaca not itu tidak mudah, perlu trik dan teknik. Sulit mengajari anak-anak membaca not bertitik (dewasa juga sering sulit). Untuk paham not bertitik maka kita harus tahu ketukan atas dan bawah, kita harus tahu nilai setengah terhadap nilai not sebelumnya. Biasanya mereka tidak paham. Jadi, disini kita merangkap menjadi guru matematika. Pada tahap ini bisa memakan waktu lama. Bahkan orang yang sudah belajar lama membaca notasi sering bingung saat membaca not bertitik.
Kenyataannya banyak orang yang sudah lama belajar namun masih bermasalah dalam membaca notasi -selain karena jarang dilatih- merupakan korban dari pendidikan yang kurang baik, banyak hal yang tidak dijelaskan, atau mungkin sama sekali tidak dibahas atau sekedar sambil lalu. Akhirnya, harus dapat dimengerti bahwa belajar membaca notasi merupakan proses yang panjang seperti membaca tulisan alpabet. Saat ini setelah mengalami proses bertahun-tahun kita dapat membaca tulisan dengan cepat tanpa harus mengeja lagi. Demikian halnya dengan membaca notasi, semakin sering kita membaca maka semakin lancar kita membaca.
Ingin atau tidaknya kita belajar membaca notasi itu merupakan sebuah pilihan. Tapi kita perlu mengumpulkan informasi mengapa kita memilihnya sehingga kita mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang baik.
(sumber
Jamie Andreas, telah mengalami editing)

catatan dari billy sheehan

Billy Sheehan :
Banyak orang berpikir kamu harus memilki rencana besar yang akan berjalan setahap demi setahap ke depan, sampai akhirnya selesai–tetapi dalam kehidupan nyata, semuanya terjadi begitu saja!
Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi sejalan dengan waktu, perubahan gaya musik, dan orang-orang yang bekerja sama denganmu sangatlah berharga.
Kemampuan untuk membuat keputusan yang baik juga sangat penting, dan kamu kadang-kadang harus membuat keputusan yang paling penting dalam situasi yang paling buruk.
Saat dunia terasa memerangkapmu, kamu harus mengambil tindakan yang terbaik. Saya berhasil memperoleh informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan, dan tidak bertindak berdasarkan dorongan hati.
Berapapun diatas 50 persen sukses rata-rata akan menempatkanmu pada posisi terdepan dalam permainan ini!

Recording dg soundcard - part 2

Ini adalah bagian ke-2 dari 4 artikel yang membahas segala jenis instrumen musik dan cara merekamnya pada soundcard yang mempunyai berbagai macam input.

Sudah baca
tutorial recording dgn soundcard yg pertama ?
Oke ... lanjuut ...
Diulang ... diulang ... dan ... diulang sekali lagi
Out dari keyboard colok ke LINE IN

Out dari instrument bass / guitar colok ke DI IN atw HI-Z IN
Out dari microphone di colok ke MIC IN

Sy punya Guitar FX (misal) Korg AX3000, nyoloknya kemana ya ?
Biasanya output dari multi fx/processor itu adalah LINE OUT, silahkan dicolok ke LINE-IN nya soundcard. Jgn ke INSTRUMENT IN atw MIC IN.Itu L dan R OUTPUT-nya silahkan colok ke LINE IN di soundcard (utk stereo). Klo hanya mono, silahkan colok dari OUTPUT L MONO ke LINE IN 1 atw LINE IN L di soundcard.
Ane ngotot neh kepingin nyolok ke MIC IN atw INSTRUMENT IN
Bunyinya pecaaah dan noisy !
Utk alat yg lain ?

Misalnya ? Kaoss Pad gitu ?
Ya LINE OUT nya colok ke LINE IN di soundcard. As simple as that

Ane suka scratching nih pake turntable om (DJ) klo output turntable colok kemana ya?
Nah, anda mesti punya alat yg namanya PHONO PREAMP Dari turntable colok ke input-nya phono preamp, nanti dari LINE OUT-nya phono preamp colok ke LINE IN nya soundcard Phono preamp yg udah lumayan lengkap feature-nya ada low cut-nya biar ngk rumble :
Ane ada Guitar akustik elektrik nih Ovation (misal) ada output-nya, colok kemana nih ?

Silahkan colok ke INSTRUMENT IN atw HI-Z IN.
Ane ada Bass ACTIVE neh, pakai baterai gitu, colok kemana neh ?

Ke LINE IN atw INSTRUMENT IN.Nah, klo alat yg active gini, coba dulu deh ke LINE IN. Klo sound-nya udah dapat silahkan disitu aja. Tapi klo belum dapat bisa coba colok ke INSTRUMENT IN atw HI-Z in.
Klo ngk dapat2 sound bass-nya ? Noisy dan kecil banget ?
Ya ganti dulu baterai-nya boss ! Bisa aja baterai-nya udah mau abis
Output dari mobil2an/Stompbox kemana nih ?

Out dari stompbox silahkan colok ke INSTRUMENT IN. Jangan ke LINE IN atw MIC IN.
Om, stompbox-nya noise banget sama kecil banget suaranya ? Pan udah dicolok ke INSTRUMENT IN ?
Baterai-nya udah mau abis !
Ane ada piano akustik beneran nih om, nyolok-nya kemana ya ?

Ya pakai mic om ngerekamnya Pasang mic menghadap ke piano, kemudian kirim out dari mic ke input MIC IN di soundcard.
Ane udah beli preamp nih om bisa buat instrument dan vocal, terus nyoloknya gimana ?

Yg jelas LINE OUT-nya pre amp ke LINE IN nya soundcard. Jangan ke MIC IN atw INSTRUMENT IN. Kemudian di input-nya preamp, terserah, mau colok mic ya ke MIC IN. Mau colok instrument ya ke INSTRUMENT IN atw HI-Z IN.
Udah kepingin nyanyi neh om !

Good, pasang mic yg benar ya om, colok out mic ke MIC IN di soundcard (atw di preamp yg om baru beli tadi) Jgn lupa nyalain phantom power-nya utk mic condenser !
Happy recording !
.

Sumber : www.indraq.tk

Recording dg Soundcard (part 1)

Ini adalah bagian ke-1 dari 4 artikel yang membahas segala jenis instrumen musik dan cara merekamnya pada soundcard yang mempunyai berbagai macam input.

Guys, berhubung udah mulai banyak yg bikin thread mengenai recording di forum MusikTek, baiknya kita mulai aja dari sekarang bikin tutorial sederhana tentang gimana caranya ngerekam ( recording ) yg benar Recording itu apa sih ?Recording itu MEREKAM. Merekam audio.Apapun audio yg anda rekam ya itulah yg masuk/terekam.Audio yg kotor banyak noise, ya itulah yg anda rekam. Audio yg bersih dan tebal, ya itu jugalah yg anda rekam dan dapat di playback lagi hasilnya.Standard routing signal dari INSTRUMENT/MIC ke SOUNDCARD.

  1. Jika menggunakan keyboard/synthesizer, maka langsung colok output keyboard tsb ke soundcard. Ke input yg bertuliskan LINE IN. Jangan colok ke input bertuliskan MIC.
  2. Jika menggunakan guitar dan bass, colok output dari instrument tadi ke soundcard ke input yg bertuliskan INSTRUMENT IN. Atw DI (Direct Injection) Atw Hi-Z input.
  3. Jika menggunakan Microphone, colok out dari mic ke MIC IN.

Gimana neh klo colok out keyboard ke MIC IN?

Overload (pecah) dan noise bung !!! Kecuali memang anda suka suaranya spt itu.

Colok dari output Microphone ke LINE IN ?

Bunyinya akan sangat kecil. Bahkan bisa ngk ada suara sama sekali. Klopun dikeraskan gainnya, akan ada noise yg lumayan.
Suara yg sudah pecah dan kotor/noisy akan susah diperbaiki. Jadi prinsipnya, saat merekam itu harus sudah mendapat suara yg bersih ngk noise dan T.E.B.A.L. / Full.

SOUND PECAH DAN NOISE : LEBIH BAIK MENCEGAH DARI PADA MENGOBATI

Hindari/jangan nyalakan lampu neon/flourescent yg menggunakan trafo ballast saat recording, karena radiasi electro-magnetic nya akan masuk dan mengganggu sinyal yg direkam. Biasanya akan ada bunyi 'krrrrrrrrrrr' kecil yg bercampur dgn sinyal audio.Wah ditempat sy ngk ada lampu neon panjang gitu om, tapi kok masih bunyi ngebrem/dengung juga neh audio-nya ?Klo masih pakai layar monitor tabung (CRT) coba palingkan guitar/bass-nya om dari layar. Radiasi-nya CRT bisa juga penyebabnya. Cari posisi guitar/bass sampai dengung hilang. Biasanya pada posisi berlawanan atau tidak searah dgn layar CRT.

Masih ngebrem juga ?Ground lift.

Soundcard sy cuma ada line in dan mic in. NGGAK ADA [instrument in] atw [DI in] atw [HI-z in]. Bisa ngk buat ngerekam guitar dan bass?

Waktunya utk cari PREAMP utk instrument bozz ! Bisa aja colok dari bass ke line in-nya soundcard. Tapi krn impedansi-nya beda, suara yg ditangkap ngk maksimal.

Soundcard sy cuma ada line in aja.

Sama seperti diatas. Berarti anda perlu 2 preamp sekarang Satu preamp utk instrument dan satu preamp utk Mic.

Sy kepingin sound yg tebal.

Selama mengikuti standard routing diatas, dan anda sudah stel dgn baik, dan yakin source-nya baik (good guitar, good bass, good vocal, good multi fx/processor) anda akan mendapatkan sound yg bersih/full/tebal yg siap utk direkam.

GOOD SOURCE THEN GOOD RECORDING CHAIN, THEN GIVE IT TO GOOD PLAYER/SINGER & HAVE A VERY GOOD DAY.

Perlu diperhatikan, di thread ini kita ngebahas ttg audio. Klo ttg permainan yg kurang OK itu krn player-nya. JANGAN SALAHKAN peralatan anda klo 'mainnya lembek, ngk punch, fales dsb'. That's another topic to discuss.

SO PISAHKAN ANTARA PROBLEM DALAM BERMAIN MUSIK DAN PROBLEM DALAM AUDIO ENGINEERING. IT'S TOTALLY A DIFFERENT WORLD !

Diulang ... diulang ... dan ... diulang sekali lagi.

Out dari keyboard colok ke LINE IN

Out dari instrument bass / guitar colok ke DI IN atw HI-Z IN

Out dari microphone di colok ke MIC IN.

Kita bisa lihat disitu ada MIC IN utk colok microphone ke situ.Dan Line/DI utk colok bass/guitar/keyboard kesitu.


Sumber : http://www.indraq.tk


Friday, October 10, 2008

Bikin Band Ngetop dengan Bujet Minim?

Bikin Band Ngetop dengan Bujet Minim?
.
Punya band dan pengen cepet ngetop? Nggak punya uang buat bikin promo jor-joran? Kalo jawabannya iya, mendingan langsung baca artikel ini!
  1. Rekam sebuah lagu
    Langkah awal buat jadi band tenar adalah punya kemampuan bikin lagu. Coba ajak temen-temen buat masuk studio dan rekaman. Demo aja dulu. Kalo ternyata hasilnya nol besar, berarti band kita nggak punya bakat ngetop.
  2. Perhatiin omongan orang dekat
    Kelar punya lagu, tinggal cari feedback. Bawa rekaman lagu lo dan perdengarkan ke orang
    terdekat. Keluarga dan pacar jelas harus dikasih dengar. Abis itu, perdengarkan ke guru dan teman-teman. Bahkan, kalo perlu kasih denger ke ibu kantin. Coba tanya, gimana pendapat
    mereka. Masukan dari mereka, bisa dipake buat memperbaiki lagu kita. Inget, jangan cuma
    denger komen yang bagus-bagus. Biasanya, yang jujur itu adalah temen yang mau kasih komen jelek.
  3. Buat halaman di Myspace.com
    Udah punya lagu sendiri? Sekarang coba promosiin lagu kita di Myspace.com. Situs ini luar biasa ampuh. Banyak banget band tenar yang udah mengalami sendiri keampuhannya.Cara bikin halamannya gampang, kok! Langsung dateng aja ke http://www.myspace.com/ dan cari tau cara bikin halaman di sana. Nggak rumit, deh!
  4. Bikin desain yang menarik
    Perlakukan halaman Myspace band kita dengan spesial. Coba bikin desain yang menarik. Yang membuat guest mau berlama-lama mengulik halaman kita.Perbanyak foto dan gambar. Tapi, resolusinya jangan kegedean. Takutnya, lama pas dibuka. Terus, tulisannya juga harus tepat guna. Nggak perlu panjang-panjang. Yang penting langsung mengena.
  5. Pertajam kemampuan menulis lagu
    Sekarang, band kita udah punya etalase lagu. Artinya, kita harus makin rajin bikin-bikin lagu buat di upload ke Myspace.Sukur-sukur ada lagu yang bisa nyantol di kuping A&R label yang iseng browsing ke halaman kita.Cara mempertajam kemampuan bikin lagu ada banyak. Baca banyak puisi dan buku-buku bermutu bisa jadi pilihan. Jangan lupa sering-sering denger lagu berkualitas. Siapa tau ketularan.
  6. Cari gigs
    Langkah berikutnya adalah bergerilya cari gigs. Tujuannya, apalagi kalo bukan membuktikan bahwa band kita gape juga manggung.Untuk yang satu ini emang susah-susah gampang. Kalo kebetulan deket sama EO, kita bisa minta diselip-selipin. Tapi, kalo nggak, emang harus berjuang keras. Mencoba sebaik mungkin buat lolos audisi.Makanya, jangan lupa latihan. Coba mainkan lagu sebaik mungkin. Lantas, pikirkan juga koreografi panggung. Film-film kayak School of Rock bisa jadi acuan.
  7. Sewa stylist
    Panggung bukan studio. Penampilan tetap yang utama. Bagaimana memperbaiki penampilan? Pertanyaan ini memang rada susah dijawab.Solusinya, coba dekati teman yang kamu anggap paling keren dandanannya. Minta dia membantu memperbaiki penampilan anggota band kita. Kalo perlu bayar. Tapi, tetep dengan harga temen. Jangan lebih dari Rp. 50.000. Toh, dia cuma ngasih nasehat!
  8. Selalu bersikap ramah
    Penampilan udah oke, sekarang soal attitude. Meskipun band kita ngerock atau malah metal sekalian, bukan berarti kita harus bersikap kurang ajar. Cobalah bersikap ramah. Siapa tau, banyak EO yang suka sama kita. Ujung-ujungnya, dikasih banyak job, deh!
  9. Cari manajer yang teruji
    Sekarang, kita butuh manajer. Cari yang paling sesuai. Yang udah terbukti bisa bikin sukses band lain.Coba deh liat band di daerah kamu yang paling maju. Baik secara job maupun imej. Dekati manajernya dan minta dia jadi manajer kita. Rayuannya harus agak maut biar dia tergoda.
  10. Habiskan waktu dengan orang yang lebih pinter
    Jangan kebanyakan nongkrong sama temen-temen yang culun. Mendingan, mulai bergaul sama anak band yang berpengalaman. Coba pelajari cerita sukses mereka. Dengan begitu, nongkrong pun bisa dapet ilmu.
  11. Siapkan banyak lagu dan upload ke podcast
    Setelah mendapat masukan dan sentuhan dari berbagai kegiatan tadi, coba pilih lagu-lagu bikinan kita yang terbaik dan rilis di podcast. Kalo bisa, lagunya diganti setiap minggu. Biar yang denger punya banyak pilihan, jack!
  12. Bikin mailing list dan sebar info
    Cara paten buat jadi tenar adalah mem-brainwashed orang dengan berita terus-menerus. Makanya, coba bikin mailing list.Lantas, coba kirim update berita tentang band kita ke semua email yang kita tau. Lakukan terus-menerus. Biar orang- orang makin aware sama band kita.
  13. Bikin klip
    Kalo ada uang lebih, coba aja bikin klip sendiri. Bujetin klipnya nggak lebih dari 5 juta perak. Bikin semaksimal mungkin.Dan, masukin ke MTV atau TV -TV daerah yang mau masang gratisan. Biar sering diputer, klipnya jangan terlalu idealis. Jangan juga yang porno-porno. Nanti malah kena sensor.
  14. Rock on!
    Selama ngerjain itu semua, kita harus rock on! Kalo nggak, kita nggak bakalan bisa jadi rockstar. Setuju?