Friday, July 31, 2009

Terimaksih..


Atas kepercayaan dan partisipasi anda kepada kami
.
Data yang anda kirimkan akan segera kami terima dan kami periksa. Jika data yang anda kirimkan kami anggap cukup baik layak untuk di review pada halam pertama (index) blog ini maka kami akan memberi tahu anda melalui sms ke nomor handphone yang telah anda inputkan sebelumnya. kami tidak akan pilih-pilih untuk me-review data anda, dengan tujuan untuk lebih saling mengenal semua hal yang berhubungan dengan musik di indonesia webblog ini terbuka bagi siapa saja.
.
..

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
..

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Wednesday, July 29, 2009

album religi d'masive

Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak musisi Indonesia yang beramai-ramai mengubah liriknya menjadi lirik religi, belum lagi dengan tawaran manggung saat bulan puasa yang memang menggiurkan. Namun, nampaknya hal tersebut justru disangkal oleh band pendatang baru yang kini telah berkibar, d Masiv.

Saat merilis album special edition, yang berisi dua buah lagu yang dikemas dalam format audio CD, video klip dan versi karaoke, d Masiv menolak dikatakan latah merilis single religi untuk menyambut Ramadhan.

"Ini bukan album religi. Ada dua lagu dalam mini album ini, yaitu Jangan Menyerah dan Mohon Ampun, memang mempunyai isi keTuhanan yang dalam. Tapi sifatnya universal," ujar sang frontman, Ryan, saat ditemui di Only One Cafe Plaza Fx Sudirman Jakarta Selatan, Rabu (15/7).

Ryan melanjutkan, lagu Jangan Menyerah terinspirasi tentang anak-anak penderita kanker. Lagu tersebut tercipta kurang dari 3 menit, sepulangnya Ryan dari menghibur anak-anak penderita kanker dalam acara amal bersama Yayasan Darmais.

"Sedangkan Mohon Ampun sudah tercipta beberapa tahun yang lalu, karena merasa penuh kesalahan dan dosa membuatku menitikkan air mata sewaktu proses rekaman," ungkapnya.

Vokalis yang memiliki ciri khas satu tangan di telinga, dan menunjuk penonton itu merasa bersyukur lagu tersebut akhirnya siap diedarkan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah hari ini sudah launching, seneng banget ini salah satu impian d Masiv. Meskipun diidentikkan dengan kesan mellow, namun d Masiv tidak mau merisaukannya.

"Kita nggak pernah kepikiran untuk bikin lagu mellow. Mengalir aja, bikin lagu ya bikin aja," tegasnya

Wednesday, July 22, 2009

Download gratis lagu divers

.
.
Lukisan mimpi
( klik di sini untuk download )
seandainya aku bisa
jadikan kau cinta pertama
yang mampu artikan rasa
kala cintaku yang terluka
terasa berat untukku
jalani hidup ini
terlukis wajahmu di setiap mimpiku

Reff:
Berikanlah waktu ku didekatmu
biarkanlah cinta bisa merubah

(...musik - )

berikanlah waktu , ku didekatmu
biarkanlah cinta , bisa berubah
jangan pernah pergi , dari dekapanku

jika cinta tersimpan kan slalu dihatiku 2x


Malaikat Maut
( klik di sini untuk download )

Engkau yang berani menghianati
walau tlah berjanji tak kan berpaling
kini kuberjanji akan mencari
cinta yang tak lagi menikam hati

Semudah kau datang padaku
semudah kau remuk kan hatiku

Reff:
Seperti malaikat maut

kau renggut jiwaku sesuka hati
kau hadir seperti mimpi
yang tak kan bisa menjadi nyata


Senada Lirih Hatiku ( klik disini untuk download )

Kutahu dirimu, kan meninggalkanku
kutahu semua yang tlah kau lakukan

*satu rasa hati tlah engkau sakiti
andaikan dirimu menjadi diriku

untuk apa kau menyimpan semua
rasa cinta yang kau beri untukku

Reff:
Hati ku telah kau lukai
dengan pedang cintamu
dan kau remukkan hidupku
tiada kata maaf tersisa
tak akan ku ulangi
senada lirih hatiku

(back to *)

Iya ( klik disini untuk download )

hati ini selalu menanti
kekasih yang datang untuk mencintai
kini diriku bertemu denganmu
satu hati yang hadir untuk menyayangiku

*kau tlah lama mengenalku
dan dekati diriku

Reff:
ku harus bagaimana,
saat dia nyatakan cinta
tuhan tolonglahg aku
menjawab segalanya

di hatiku terasa untuk katakan iya
semoga saja cinta tak untuk sementara

memberi yang terbaik untukku
sentuhan rasa terindah dihidupku
saat diriku bertemu denganmu
satu hati yang hadir untuk menyayangiku

(back to *)







mbah surip

Mbah Surip tak gendong
Fenomena lagu tak gendong

Biografi :
Urip Ariyanto
Laki-Laki
Mojokerto, 05 Mei 1949

Namanya menjadi populer berkat lagu Tak Gendong yang sering diputar di televisi. Penampilan Mbah Surip, demikian ia biasa dipanggil yang unik juga jadi salah satu ciri khasnya. Dengan rambut rasta ala penyanyi reggae dan tawanya yang lepas menjadi ciri dari Mbah Surip.

Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1949 dengan nama asli Urip Ariyanto adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi. Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.

Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).

SEJAK bulan Mei 2009 lagu 'Tak Gendong' seperti menerobos dalam hamparan lagu mendayu- dayu yang umumnya dikumandangkan para anak band. Selain terdengar dalam ring back tone (RBT) ponsel, Mbah Surip-pencipta dan penyanyi lagu itu- hampir setiap hari muncul di televisi.

Ia tidak lagi bebas ”menggelandang”, tetapi diatur jadwal promo dan show yang ketat. Bisa?

Saat tampil dalam siaran langsung Kamera Ria, Selasa (7/7) di TVRI Jakarta, misalnya, di antara para tentara dan pengisi acara lain, Mbah Surip menjadi idola baru. Di balik panggung, semua orang mengajaknya berfoto dan bahkan ingin mengobrol, tak terkecuali pelawak Tarzan dan Marwoto. Terserah mau berfoto atau ngobrol gara-gara ”Tak Gendong” atau merasa heran melihat penampilan Mbah Surip yang ”ganjil” dan suka ha-ha-ha itu.

”Mbah sekarang ini tinggal di mana?” tanya Tarzan.

”Ya, masih di Indonesia, ha-ha-ha...,” jawab Mbah Surip sambil terkekeh. Tarzan, yang biasanya tangkas bertukar dialog saat melawak, kali ini seperti mati angin. Ia cuma nyengir sembari menggaruk-garuk kepala.

Lelaki bernama asli Urip Ariyanto ini selalu tampil di depan publik dengan gaya ”kebesarannya”, rambut gimbal serta topi, baju, dan celana berwarna bendera Jamaika. Gaya ”rastafarian” ini memang mengacu pada gaya pemusik reggae Bob Marley. Banyak yang menafsir, ia pengikut Bob Marley yang mencintai kebebasan berekspresi. Tetapi, Mbah Surip menyangkal. ”Saya malah tidak tahu kalau musik yang saya mainkan itu namanya reggae, ha-ha-ha,” tuturnya.

Asal tahu, menurut pengakuan Mbah Surip, sejak dulu sampai sekarang ia sedang belajar salah. ”Kalau belajar benar itu sudah biasa, saya sedang belajar salah....” Maka itu, sangat tidak mungkin mengejar kata ”belajar salah” pada Mbah Surip. Lelaki yang dulu menggelandang dalam arti sesungguhnya antara Bulungan, Jakarta Selatan; Taman Ismail Marzuki (TIM); dan Pasar Seni Ancol ini ibarat pasir pantai. Kalau kita menggalinya lebih dalam, tak lama kemudian air laut menutupinya.

Begini, misalnya. Dalam banyak kesempatan Mbah Surip bercerita, ia pernah kuliah di Jurusan Kimia Universitas Petra, Surabaya. Dan, karena itu kemudian, katanya, ia bekerja pada pengeboran minyak di Amerika, Kanada, Jordania, Jepang, Filipina, dan Singapura. Bahkan, saat ke Jakarta tahun 1975 untuk ujian bekerja di pengeboran itu, ia juga sempat menonton konser Deep Purple.

”Apa di Petra itu ada jurusan kimia?”

”Eh ndak, di geologi kok, ha-ha-ha,” jawab Mbah Surip tertawa ringan. Saat berada di Amerika sekitar tahun 1986 itulah konon ia menciptakan lagu ”Tak Gendong”. ”Saya ada di bawah jembatan itu,” ujar Mbah Surip. Ia bermaksud mengatakan jembatan Golden Gate, San Francisco, yang terkenal itu. Mungkin? Bisa jadilah.... Tetapi, dengan ”Tak Gendong”, ia ingin mengatakan bahwa hakikatnya manusia itu selalu hidup bersama. ”Together...,” kata si Mbah.

Kepada media, Mbah Surip juga selalu mengatakan, ia lulusan master filsafat, tetapi bergelar MBA dari sebuah universitas. He-he, sekali lagi tak pernah jelas universitas mana yang memberi gelar master filsafat dengan master of business administration alias MBA itu.

Soal rambut gimbal itu, ia memiliki cerita beberapa versi. Versi pertama, ia sebutkan bahwa rambut itu dibuat dengan cara memilin dan memanaskannya pada pelat seng di atas kompor minyak tanah. Versi kedua, tahun 1998 saat ia shooting televisi untuk album perdananya, Ijo Royo-royo, para seniman Ancol mendandaninya supaya tampil beda. Rambutnya disiram cat lalu dipilin dan diikat dengan benang. Sampai kini memang rambutnya masih diikat benang wol.

Farid Wahyu DP, asisten yang selalu mengantar Mbah Surip ke berbagai acara, bercerita, rambut ”simbah” selalu dicuci tiga hari sekali, ”Dengan sampo kucing.” Itu cerita ”ganjil” yang lain lagi... ha-ha-ha.

Meragukan

Baik. Taruh kata, banyak orang meragukan kebenaran cerita-cerita tadi lantaran selalu berubah setiap diceritakan ulang oleh Mbah Surip. Tetapi, bahwa kini ia berhasil menyita perhatian industri hiburan kita tentu hal yang tak bisa disangkal.

Menurut Farid, sejak bulan Mei 2009 hari-hari Mbah Surip beredar dari panggung pertunjukan sampai televisi. Sabtu, misalnya, pagi hari Mbah Surip mengisi acara di stasiun antv dan siang hari terbang ke Bali untuk show di sebuah kafe. Hari ini, Minggu, ia menyanyi di panggung Depsos di Monas, Jakarta, lalu siang ke Kebun Buah Mekar Sari, ”Malamnya ada lagi, saya lupa...,” kata Farid. Hari mondar-mandir di Jakarta itu dijalani Mbah Surip bersama Farid dengan sepeda motor.

Kehidupan yang ketat dengan jadwal ini sekilas tampak bertolak belakang dengan kebiasaan Mbah Surip nongkrong di Bulungan atau Ancol sembari meneguk bergelas-gelas kopi hitam. ”Ndak ada bedanya. Saya biasa saja, ngalir, ini profesional...,” ujar Mbah Surip. Sesaat kemudian ia memanjangkan tubuhnya dan leyeh-leyeh di lantai lobi Auditorium TVRI Jakarta. ”Sik yo aku lue....” Maksudnya lapar.

Ayah empat anak dan kakek empat cucu yang lahir di ”Jerman” alias Jejer Kauman, Magersari, Mojokerto, Jawa Timur, ini mungkin selalu menjadi anomali di sekitar lingkungan ”gaulnya”. Selama bertahun-tahun Mbah Surip beredar di Warung Apresiasi (Wapress) Bulungan, TIM, dan Pasar Seni Ancol sebagai orang ”merdeka”. Hidupnya suka-suka. ”Siapa yang dekat dengannya, dialah yang menghidupi,” tutur Beni, seorang wartawan dan seniman yang pernah dekat dengan Mbah Surip.

Sembari bergelandangan, di antaranya pernah jalan kaki dari Bulungan ke Ancol sembari memanggul gitar, Mbah Surip menciptakan lagu-lagu. ”Ada 200-an sudah...,” katanya. Sejak 1998, katanya, ia sudah melahirkan tujuh album, yaitu Ijo Royo-royo, Siti Maelan, Indonesia Satu, Bonek, Barang Baru, Bangun Tidur, dan Tak Gendong. ”Saya jualnya di depan toilet Ancol dan Blok M,” tutur Mbah Surip.

Apa pun katanya, Mbah Surip kini menjadi buah bibir lantaran lagu ”Tak Gendong” bisa terdengar saat Anda menelepon seseorang.... Tak gendong ke mana-mana.... ”I love you full,” selalu katanya kepada setiap orang. Mantep to
.
tag : mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, mbah surip, tak gendong kemana-mana, download gratis lagu mbah surip, fenomena lagu mbah surip, siapakah mbah surip, mbah surip menerima 4,5 milyar dari RBT lagu tak gendong, nama asli mbah surip, tak gendong, tak gendong
,
,
fenomena kuburan band
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,

Monday, July 13, 2009

michael jackson berkata ia yakin akan dibunuh

Michael Jackson berkata kepada anak perempuannya dia yakin dia akan dibunuh.

Pop legenda - yang meninggal yang diduga jantung penangkapan bulan lalu berusia 50 - confided dalam 11 tahun Paris tentang ketakutan itu hanya satu bulan sebelum lewat shock, dilaporkan berkata: "Saya akan segera mati. Seseorang ingin me mati. "

Penulis Ian Halperin klaim Michael percaya Paris adalah satu-satunya orang yang dapat benar-benar percaya dan dia berkata dia tidak percaya ia akan hidup sampai akhir Juni.

Dalam buku baru 'tabir: akhir tahun dari Michael Jackson', Halperin menulis: "Ia memanggil dia ke dalam kamar itu dan menyuruh dia untuk tidak marah pada dia jika dia tidak bertanding Bapa Hari (21.06.09). Ia merasa sangat sakit. Sayangnya, tidak seorangpun ingin membantu dia. "

Ian juga mendakwa salah satu Michael's aides dia berkata 'Thriller' singer yang telah memberikan resep obat kuat "seperti permen".

Aide yang berkata: "Seseorang ingin dia mati. Mereka tetap makan dia pil seperti permen. Mereka berusaha untuk mendorong dia atas The Edge.

"Dia membantu kebutuhan serius. Orang-orang di sekelilingnya akan membunuh dia."

Ian's klaim telah didukung oleh Michael keluarga, baik dengan ayahnya Joe dan kakaknya La Toya alleging dia dibunuh.

Ian juga menyatakan Michael dipaksa menjadi cerdas menunjukkan performa 50 di London's O2 arena dan tidak cukup sehat untuk melakukannya.

Ia berkata: "Michael berada di ekstrim sakit, terutama beberapa bulan terakhir dan bulan hidupnya. Dengan looming wisata, satu-satunya cara dia akan bisa mendapatkan atas adalah dengan menggunakan obat-obatan untuk membantu dia, untuk yang kaku sakit.

"Michael adalah yang pertama mengakui ia tidak dalam kondisi yang harus dilakukan dua jam ditampilkan. Dan mereka pergi ke mata lama dengan klip video, dan klip video baru penari di atas panggung."

Joe juga diklaim anaknya tidak mau komit dengan hebat 'This Is It' berjalan.

The 79-year-old musik Monggol berkata: "wisata yang tepat adalah ide yang baik tetapi terdapat lebih ditambahkan pada tanggal kepadanya.

"Michael berkata bahwa ia dirinya hanya setuju untuk menampilkan 10."

Yang konser itu karena mulai tadi malam (13.07.09) dan sebagai penghargaan kepada 'King of Pop' banyak penggemar berkumpul di The O2, di mana mereka lit lilin dan bernyanyi lagu-Nya.

Sementara itu, kenyataan TV show dengan saudara-saudara Michael, Jackie, Tito, Jermaine, Marlon dan Randy, telah ditahan di belakang kematiannya.

Reuni the beatles di hentikan oleh Yoko Ono

Yoko Ono adalah alasan Paul McCartney dan John Lennon tidak pernah kembali lagi untuk membuat musik.
Kedua Beatles telah direncanakan reformasi band pada tahun 1974 sampai Yoko sekali lagi datang pada adegan, menurut buku baru.

Penulis Peter Ames Carlin McCartney berkata benar-benar bekerja terjawab dengan mitra legendaris songwriting sehingga ia Flew ke New York untuk melihat dia.

Dalam bukunya, Paul McCartney: A Life, Carlin mengatakan bahwa ia membuat kejutan tengah malam kunjungan ke Burbank studio di mana coke-fueled Lennon telah merekam.

John dilaporkan berkata: "Seseorang memberikan saya sebuah E. Or a snort."

Buku ini menyatakan bahwa bersama dengan Stevie Wonder pada listrik piano, Lennon dan McCartney macet sampai kecil yang malam hari di musim semi dari 1974.

Sesi berjalan dengan baik yang diundang Lennon dan McCartney istri Linda untuk bergabung dan kemudian dia-girlfriend Mei Pang di rumah sewa di Malibu.

Pang menyuruh dia mendengar Carlin Lennon berbicara tentang mendapatkan "the guys kembali bersama" untuk konser.

Tetapi mimpi Reunion mati secepat confided Lennon untuk McCartney baru-baru ini bahwa ia telah bertemu dengan istri Yoko estranged nya dan bahwa dia ingin melihat dia.

Buku yang mengklaim bahwa percakapan menyebabkan Lennon dengan Yoko mendapatkan kembali - dan konser yang fans di seluruh dunia akan bermimpi untuk tidak pernah terjadi.

Thursday, July 2, 2009

Michael Jackson

Michael Joseph Jackson (lahir di Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 – wafat di California, Los Angeles, Amerika Serikat, 25 Juni 2009 pada umur 50 tahun)[1] adalah penyanyi dan penulis lagu dari Amerika Serikat. Ia terkenal sebagai "Raja Pop" dan mempopulerkan gerakan dansa "moonwalk" yang telah menjadi ciri khasnya. Albumnya yang dirilis pada tahun 1982, Thriller, adalah album terlaris di dunia, dengan penjualan melebihi 104 juta kopi di seluruh dunia. Ia mulai karir bernyanyi pada usia lima tahun sebagai anggota kelompok vokal keluarga Jackson (kelak menjadi The Jackson 5) sebelum meluncurkan album solo pertamanya Got to Be There pada tahun 1971. Sebagai anak ketujuh dari keluarga Jackson, dia membuat debut di musik profesional pada umur 11 tahun sebagai anggota dari Jackson 5.

Pada awal tahun 1980-an, dia menjadi figur yang sangat dominan dalam musik pop and musisi Afrika-Amerika pertama yang mempunyai crossover kuat di MTV. Popularitas dalam musiknya menanjak saat ditayangkan di MTV, antara lain "Beat It", "Billie Jean" dan Thriller dianggap telah mengubah video klip menjadi sebuah bentuk karya seni dan sebagai alat promosi untuk mempopulerkan sebuah channel tv. Video-video seperti "Black or White" dan "Scream" membuat Jackson menjadi andalan utama MTV pada tahun 1990-an. Lewat penampilan panggung dan video-video klipnya, Jackson mempopulerkan sejumlah teknik menari seperti robot dan moonwalk. Suara dan gaya vocal Jackson mempengaruhi dan diikuti oleh banyak penyanyi hip hop, pop dan R&B.

Penghargaan - penghargaan yang telah dia raih termasuk beberapa kali Guinness World Records—termasuk thriller sebagai album terlaris di dunia— 13 Grammy Awards, 13 buah single nomor 1 dalam solo karirnya dari musisi pria lainnya dalam Hot 100 era—dan penjualan 750 juta unit di seluruh dunia. Hidup Jackson sangat terkenal di seluruh dunia, didampingi dengan karirnya yang sangat sukses, membuatnya menjadi bagian dari kebudayaan pop selama 4 dekade. dalam beberapa tahun dia sering disebut-sebut sebagai salah satu pria paling terkenal di dunia.

Kematian

Michael Jackson meninggal dunia di rumahnya di Los Angeles pada hari Kamis, 25 Juni 2009, Pukul 14:26 Waktu setempat. Ia tidak sadarkan diri setelah mengalami gagal jantung. Ia diduga mengalami gagal jantung sesaat setelah diberi suntikan domerol. Berita kematian Michael Jackson tersebar cepat di Internet. Banyak website yang kewalahan menangani pengguna Internet yang ingin mencari Informasi tentang kematian Jacko. Google sempat mengalami gangguan karena begitu banyaknya kata kunci "Michael Jackson" yang dimasukan. AOL Instant Messenger juga sempat mengalami gangguan selama 40 menit karena banyaknya pengguna yang menginformasikan kematian Jacko lewat AOL Instant Messenger.

Newest from CNN

Michael Jackson, the show-stopping singer whose best-selling albums -- including "Off the Wall," "Thriller" and "Bad" -- and electrifying stage presence made him one of the most popular artists of all time, died Thursday, CNN has confirmed.

He was 50.

He collapsed at his residence in the Holmby Hills section of Los Angeles, California, about noon Pacific time, suffering cardiac arrest, according to brother Randy Jackson. He died at UCLA Medical Center.

Lt. Fred Corral of the Los Angeles County Coroner's Office said an autopsy would probably be done on the singer Friday, with results expected that afternoon.
"Michael Jackson made culture accept a person of color," the Rev. Al Sharpton said. "To say an 'icon' would only give these young people in Harlem a fraction of what he was. He was a historic figure that people will measure music and the industry by."

Jackson's blazing rise to stardom -- and later fall from grace -- is among the most startling of show business tales. The son of a steelworker, he rose to fame as the lead singer of the Jackson 5, a band he formed with his brothers in the late 1960s. By the late '70s, as a solo artist, he was topping the charts with cuts from "Off the Wall," including "Rock With You" and "Don't Stop 'Til You Get Enough."

In 1982, he released "Thriller," an album that eventually produced seven hit singles. An appearance the next year on a Motown Records 25th-anniversary special cemented his status as the biggest star in the country.

For the rest of the 1980s, they came no bigger. "Thriller's" follow-up, 1987's "Bad," sold almost as many copies. A new Jackson album -- a new Jackson appearance -- was a pop culture event. iReport: Share your memories of Michael Jackson

The pop music landscape was changing, however, opening up for rap, hip-hop and what came to be called "alternative" -- and Jackson was seen as out of step.

His next release, 1991's "Dangerous," debuted at No. 1 but "only" produced one top-ranking single -- "Black or White" -- and that song earned criticism for its inexplicably violent ending, in which Jackson was seen smashing car windows and clutching his crotch.

And then "Dangerous" was knocked out of its No. 1 spot on the album charts by Nirvana's "Nevermind," an occurrence noted for its symbolism by rock critics.

After that, more attention was paid to Jackson's private life than his music career, which faltered. A 1995 two-CD greatest hits, "HIStory," sold relatively poorly, given the huge expense of Jackson's recording contract: about 7 million copies, according to Recording Industry of America certifications.

A 2001 album of new material, "Invincible," did even worse.

In 2005, he went to trial on child-molestation charges. He was acquitted.

In July 2008, after three years away from the spotlight, Jackson announced a series of concerts at London's O2 Arena as his "curtain call." Some of the shows, initially scheduled to begin in July, were eventually postponed until 2010. Watch the reaction to Jackson's passing

Rise to stardom

Michael Jackson was born August 29, 1958, to Joe Jackson, a Gary, Indiana, steelworker, and his wife, Katherine. By the time he was 6, he had joined his brothers in a musical group organized by his father, and by the time he was 10, the group -- the Jackson 5 -- had been signed to Motown. Watch Michael Jackson's life in video

He made his first television appearance at age 11.

Jackson, a natural performer, soon became the group's front man. Music critic Langdon Winner, reviewing the group's first album, "Diana Ross Presents the Jackson 5," for Rolling Stone, praised Michael's versatile singing and added, "Who is this 'Diana Ross,' anyway?"

The group's first four singles -- "I Want You Back," "ABC," "The Love You Save" and "I'll Be There" -- went to No. 1 on the Billboard pop chart, the first time any group had pulled off that feat. There was even a Jackson 5 cartoon series on ABC.

In 1972, he hit No. 1 as a solo artist with the song "Ben."

The group's popularity waned as the '70s continued, and Michael eventually went solo full time. He played the Scarecrow in the 1978 movie version of "The Wiz," and released the album "Off the Wall" in 1979. Its success paved the way for "Thriller," which eventually became the best-selling album in history, with 50 million copies sold worldwide.

At that point, Michael Jackson became ubiquitous.

Seven of "Thriller's" nine cuts were released as singles; all made the Top Ten. The then-new cable channel MTV, criticized for its almost exclusively white playlist, finally started playing Jackson's videos. They aired incessantly, including a 14-minute minimovie of the title cut. ("Weird Al" Yankovic cemented his own stardom by lampooning Jackson's song "Beat It" with a letter-perfect parody video.)

On the Motown Records' 25th-anniversary special -- a May 1983 TV extravaganza with notable turns by the Temptations, the Four Tops and Smokey Robinson -- it was Michael Jackson who stopped the show.

Already he was the most popular musician in America, riding high with "Thriller." But something about his electrifying performance of "Billie Jean," complete with the patented backward dance moves, boosted his stardom to a new level.

People copied his Jheri-curled hair and single-gloved, zippered-jacket look. Showbiz veterans such as Fred Astaire praised his chops. He posed for photos with Ronald and Nancy Reagan at the White House. Paul McCartney teamed with him on three duets, two of which -- "The Girl Is Mine" and "Say Say Say" -- became top five hits. Jackson became a Pepsi spokesman, and when his hair caught fire while making a commercial, it was worldwide news.

It all happened very fast -- within a couple years of the Motown special. But even at the time of the "Motown 25" moonwalk, fame was old hat to Michael Jackson. He hadn't even turned 25 himself, but he'd been a star for more than half his life. He was given the nickname the "King of Pop" -- a spin on Elvis Presley's status as "the King of Rock 'n' Roll" -- and few questioned the moniker.

Relentless attention

But, as the showbiz saying has it, when you're on top of the world, there's nowhere to go but down. The relentless attention given Jackson started focusing as much on his eccentricities -- some real, some rumored -- as his music.

As the Web site Allmusic.com notes, he was rumored to sleep in a hyperbaric chamber and to have purchased the bones of John Merrick, the "Elephant Man." (Neither was true.) He did have a pet chimpanzee, Bubbles; underwent a series of increasingly drastic plastic surgeries; established an estate, Neverland, filled with zoo animals and amusement park rides; and managed to purchase the Beatles catalog from under Paul McCartney's nose, which displeased the ex-Beatle immensely.

In 1990s and 2000s, Jackson found himself pasted across the media for his short-lived marriages, the first to Elvis Presley's daughter, Lisa Marie; his 2002 claim that then Sony Records head Tommy Mottola was racist; his behavior and statements during a 2003 interview with British journalist Martin Bashir done for a documentary called "Living With Michael Jackson;" his changing physical appearance; and, above all, the accusations that he sexually molested young boys at Neverland.

The first such accusation, in 1993, resulted in a settlement to the 13-year-old accuser (rumored to be as high as $20 million), though no criminal charges were filed, Allmusic.com notes.

He also fell deeply in debt and was forced to sell some of his assets. Neverland was one of many holdings that went on the block. However, an auction of material from Neverland, scheduled for April, was called off and all items returned to Jackson.

Interest in Jackson never faded, however, even if some of it was prurient. In 2008, when he announced 10 comeback shows in London, beginning in July 2009, the story made worldwide news. The number of concerts was later increased to 50.

Seventy-five thousand tickets sold in four hours when they went on sale in March.

However, when the shows were postponed until 2010, rumors swept the Internet that Jackson was not physically prepared and possibly suffering from skin cancer.