Kerugian negara dari pajak diperkirakan lebih kurang Rp1 triliun. Sementara kerugian yang diderita seniman, pencipta lagu, artis dan produser mencapai Rp3 triliun. Sebagai salah satu langkah supaya bisa bertahan di antara serbuan hasil bajakan, maka Gaperindo membuat hasil karya yang hampir sama dengan bajakan. Namun tak seluruhnya dicontek. Hanya bagian kemasan yang menyerupai hasil bajakan, sedangkan isinya tetap asli.
"Kemasan dibuat seperti bajakan sementara isi tetap asli. Hal ini kami lakukan untuk menyaingi harga dari bajakan. Namun di lapangan malah hasil bajakan berani lebih rendah dalam menjual. Jika sudah begini, kami tak bisa berbuat banyak," kata Ketua Gaperindo, Togar Sianipar, Senin (28/9), di Gran Melia Hotel.
Akibat keberanian ulah pembajak dengan menurunkan harga lebih rendah pihaknya pasrah dengan keadaan. Sebab aksi pemerintah yang sudah didukung hingga saat ini belum menunjukkan hasil memuaskan. Bahkan hasil bajakan masih terus beredar di bilangan Glodok, Jakarta Barat.
.
.
.
.
.
.
sumber : kapanlagi.com
No comments:
Post a Comment